BREAKING NEWS

01 November 2014

Ujian Nasional dan SNMPTN (Undangan) Dihapus?

Empat tahun sudah riwayat SNMPTN dan sepuluh tahun sudah sejarah Ujian Nasional berlangsung. Dengan hadirnya menteri baru di Kabinet Kerja-nya presiden terpilih Joko Widodo, akankah UN dan SNMPTN dihapus?

Angin masih berhembus, meniupkan banyak kabar dengan versi yang bermacam-macam variasinya tentang Ujian Nasional tahun 2015 utamanya dan SNMPTN yang mungkin berubah nama atau mungkin hilang sama sekali.


Ujian Nasional 2015


Isu terkait ujian nasional tahun 2015 setidaknya ada beberapa versi. Versi pertama masih sama dengan tahun 2014, satu siswa satu paket soal dengan pelaksanaan serentak di seluruh Indonesia. Masih melibatkan percetakan untuk pencetakan naskah, kepolisian dan TNI untuk keamanan distribusi naskah soal ujian.

Versi kedua, ujian nasional dilaksanakan secara online dengan model pelaksanaan seperti uji kompetensi guru. Konsekuensinya, pelaksanaan ujian akan memakan waktu yang lama bila hanya mengandalkan 1 laboratorium komputer di setiap sekolah. Paling tidak dua minggu yang berlangsung dengan potensi kebocoran soal besar karena tidak bisa serentak.

Versi ketiga, ujian nasional dihapuskan dan diganti dengan tugas akhir seperti program diploma (kelompok) atau semacam skripsi di program sarjana (perorangan). Versi ketiga ini masih lamat-lamat samar informasinya, bagaimana dengan implementasi teknisnya, standar pencapaian akademiknya dan sederet pertanyaan lain yang belum bisa dijawab.

Dari ketiga versi ini, pilihan ketiga menjadi pilihan ideal menurut penulis yang pastinya akan menghemat anggaran negara dalam jumlah yang besar, mengembalikan 'kedaulatan' guru dalam proses pendidikan dari awal hingga akhir, juga tingkat kebermanfaatan yang tinggi bagi siswa dengan diujinya seluruh aspek kemampuan siswa melalui 'sidang terbuka' tugas akhirnya yang sekaligus gerbang awal masuk dunia akademis yang lebih tinggi levelnya, perguruan tinggi.

Untuk opsi ketiga ini, penulis masih menaruh harapan besar akan adanya perbaikan pendidikan Indonesia. Meski harus menunggu waktu yang lama kapan bisa direalisasikan.

SNMPTN 2015

SNMPTN_squareSejak 2011 program bernama SNMPTN diluncurkan, terbagi menjadi dua, jalur undangan dan tes tulis. Jalur undangan awalnya memberi kesempatan pada siswa yang peringkatnya 50% terbaik dengan biaya prosesnya ditanggung oleh siswa. Berlangsung dua tahun, 2011 dan 2012. Setelah itu semuanya diperbolehkan turut serta. Semua siswa boleh mendaftar, semua biaya ditanggung oleh negara. SNMPTN akhirnya identik dengan jalur undangan karena yang jalur tes menjadi SBMPTN.

SNMPTN bagi penulis memang solusi ideal bagi siswa, menghargai proses belajar siswa selama tiga tahun karena seleksi didasarkan pada nilai rapot. Meski menjadi ketidakuntungan PTN yang meragukan kinerja guru dalam mendidik siswanya. PTN lebih cenderung suka pada hasil tes yang mereka gelar baik secara bersama maupun mandiri per kampus. Juga ketidakpercayaan PTN atas hasil Ujian Nasional yang sejak awal pelaksanaannya didera berbagai kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif. Dan ini menjadi tantangan bagi guru sekolah menengah untuk meraih kembali kepercayaan dunia pendidikan tinggi.

Problematika PTN yang merasa tak puas dengan SNMPTN menjadi amunisi bagi mereka untuk menghapus SNMPTN dan mengembalikan semua proses seleksi menggunakan mekanisme tes/ujian. Terlebih pergantian menteri dengan semangat baru, ditambah pemisahan dikti dari kementerian pendidikan menjadikan kekhawatiran penulis akan keberlangsungan SNMPTN menjadi beralasan. Meski sangat berharap semoga tidak terjadi.

Semoga angin yang berhembus menyampaikan kabar perubahan yang semakin baik untuk pendidikan Indonesia. Amin.

image: http://agus-sn.blogspot.co.id

Share this:

4 komentar :

  1. wew.. pngn liat berita SNMPTN malah masuk yg 2014 bukan 2015..hehe

    BalasHapus
  2. Duh emannya juga ya klo sampek dihapus, terus gimana ini adek2 tingkatku...

    BalasHapus
  3. Bagaiaman ni pemerintah, bingung jadinya klo gini terus..

    BalasHapus

 
Copyright © 2014 Gempur Abdul Ghofur. Designed by OddThemes